Hal ini diutarakan Direktur Keuangan First Media, Indra Djaja usai RUPSLB di Hotel Aryaduta, Selasa (10/5/2011).
Ia menyebut, dengan penambahan home passed ini perseroan membutuhkan investasi US$ 140 juta. "Home pases baru 140-150 ribu. Dengan demikian revenue mencapai Rp 1 triliun. Ini dengan investasi US$ 140 juta," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pembelian sebagian saham anak usahanya, PT Link Net, Rp 2,35 triliun kepada Asia Link Holdings Limited yang merupakan anak usaha CVC Capital Partners Asia Pasifik III L.P dan CVC Capital Partners Asia Pacifik Paralel III-A L.P, Peter mengatakan bahwa dana akan ini digunakan sebagai modal kerja untuk memperluas layanan TV Kabel, Internet Broadband, dan komunikasi data.
"Sebagian dananya diperoleh dari hasil transaksi dengan CVC tersebut. Transaksi Rp 1,63 triliun ke Link Net untuk pertukaran saham yang setara dengan 33,94% saham, akan selesai maksimal 31 Juli. Ini waktu terakhir yang disepakati antara First Media dan CVC. Untuk dana sisa, sebagai instrumen obligasi KBLV, akan dilakukan kemudian," tegas Presiden Direktur KBLV, Hengkie Liwanto.
(wep/ang)











































