Gagal Benahi Indofarma dalam 6 Bulan, Direksi Diganti
Rabu, 16 Jun 2004 15:22 WIB
Jakarta - Sebagai pemegang saham mayoritas PT Indofarma Tbk, pemerintah memberi waktu 6 bulan kepada manajemen untuk memperbaiki kondisi perusahaan. Jika gagal, pemerintah akan mengganti jajaran direksi."Kita sudah sangat keras mengatakan bahwa kerugian harus segera direstrukturisasi yang benar dan anak perusahaan harus dikuatkan. Direksi sudah kita tegur, kita kasih kesempatan 6 bulan lagi, kalau tidak bisa memperbaiki kita harus ambil sikap," kata Deputi Menneg BUMN bidang Logistik dan Pariwisata, Ferdinand Nainggolan.Bagaimana jika direksi tetap tidak bisa memperbaiki kondisi Indofarma sesuai batas waktu yang disediakan pemerintah? "Kalau tidak bisa perbaiki, kita ganti," tegas Ferdinand usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Indofarma di NAM Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2004).Menurut dia, yang harus dilakukan oleh direksi saat ini adalah memperbaiki dan merestrukturisasi anak perusahaan yaitu PT Indofarma Global Medika (IGM) agar tidak terjadi insider trading. Ferdinand menjelaskan, restrukturisasi IGM dilakukan dengan mengundang investor strategis. Investor bisa berasal dari luar negeri atau lokal dengan kepemilikan 50 persen atau lebih.Sedangkan Komisaris Independen Indofarma, Rhenald Kasali, mengatakan direksi khsusunya direktur utama, juga diberi tugas tidak hanya memasarkan obat tapi juga utilisasi. Pasalnya, pasar Indofarma saat ini sedang turun padahal biaya produksi terus naik."Karena sebagai perusahaan berskala besar, untuk menurunkan ongkos produksi kapasitas juga harus besar. Namun yang terjadi saat ini kapasitasnya turun namun ongkos produksi naik," katanya seraya menyebut direksi juga diminta untuk lebih konsisten membuat laporan keuangan.Mengenai audit investigasi terhadap laporan keuangan Indofarma, menurut dia, hingga kini masih terus dilakukan. "Kita sudah menyerahkan surat ke Bapepam. Saya juga mendengar kejaksaan sudah memanggil manajemen, tapi saya belum lihat suratnya," imbuh ketua program pasca sarjana manajemen FEUI tersebut.Pada pekan depan, jelas Rhenald, Indofarma akan menunjuk kantor akuntan publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan perseroan. Hingga kini sudah ada 2 KAP yang masuk nominasi. Disebutkan, walaupun kedua KAP itu kecil, namun mempunyai jaringan internasional.
(ani/)











































