Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, di sela acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
"Belum diputuskan. Masih dihitung. Yang jelas tahun lalu, kita sampai tidak jadi terbitkan global bond karena perbankan dalam negeri dapat memenuhi, pinjamannya mencapai Rp 6 triliun," jelas Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah seperti tahun lalu, yang jelas kita tidak boleh punya uang banyak. Apalagi pinjaman. Jadi harus tepat waktu, dalam pinjam-meminjam," paparnya.
Dari total investasi di 2011 yang mencapai Rp 70 triliun, PLN masih kekurangan dana Rp 15 triliun. Perbankan sendiri telah menyatakan kesiapan dalam pendanaan.
"Komitmen kuat. Sama seperti tahun lalu," terangnya.
Sebelumnya Direktur Keuangan PLN Setyo Anggoro mengungkapkan, perseroan masih tertarik untuk menerbitkan obligasi dan sukuk untuk membiayai proyek pengembangan suplai listrik.
Di mana, PLN memproyeksikan pertumbuhan permintaan suplai listrik hingga 8,8% per tahun sehingga diperlukan pendanaan selain APBN.
"Kami terus mengumpulkan dana dari obligasi dan sukuk. Terutama obligasi global. Saat ini kami tengah mengkaji untuk menerbitkan obligasi global dan sukuk juga tahun ini," katanya kemarin.
(wep/dnl)










































