"Kuasi reorganisasi dapat dilakukan, tentunya dengan ketentuan dan persyaratan tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam," jelas Nurhaida kepada detikFinance, di Jakarta, Rabu (11/5/2011).
Tercatat emiten yang segera melakukan kuasi reorganisasi adalah BNBR, Garuda dan Barito Pacific. Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama & CEO BNBR, Bobby Gafur Umar, bermaksud melakukan penghapusan pencatatan akibat dari kerugian investasi pasca krisis tahun 2008 yang lalu. Nilainya mencapai Rp 38,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kuasi reorganisasi terlaksana, maka nilai buku BNBR mencerminkan kondisi yang sesungguhnya tanpa dibebani defisit. "Perseroan juga dapat menilai kembali seluruh aset dan kewajiban, serta dapat membagi dividen kepada pemegang saham di masa datang," tambah Bobby.
Jika kuasi reorganisasi telah berjalan sukses, besar kemungkinan perseroan dapat membagikan dividen di masa yang akan datang kepada investor atau pemegang saham.
"Dengan melakukannya sesuai ketentuan, maka emiten akan punya peluang untuk membagi dividen kepada pemegang saham," tegas Nurhaida.
Hal yang sama disampaikan Eddy Sugito, Direktur Penilaian Perusahaan BEI. Apalagi tujuan kuasi reorganisasi agar perseroan menjadi lebih sehat. Namun BEI tetap mencermati aksi anak usaha grup Bakrie ini. Dimana, Eddy akan meminta penjelasan kepada manajemen, dan jika diperlukan melakukan pemanggilan.
"Saya kira sepanjang PSAK memungkinkan, silahkan-silahkan saja. Kuasi kan gimana perseroan jadi lebih sehat. Seperti Garuda. Kita akan lihat, ada signifikan movement, mungkin kami akan minta penjelasan dan memanggil," kata Eddy di kantornya.
(wep/ang)











































