"Kecenderungan penguatan nilai tukar rupiah tersebut tidak terlepas dari persepsi positif investor terhadap solidnya fundamental perekonomian RI," demikian disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah dalam siaran persnya setelah Rapat Dewan Gubernur Bulanan di Jakarta, Kamis (12/5/2011).
Difi menyampaikan, BI memandang pergerakan nilai tukar rupiah tersebut masih sejalan dengan upaya BI meredam tekanan inflasi sekaligus menjaga pertumbuhan momentum ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di posisi Rp 8.535 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.525 per dolar AS.
(dru/qom)











































