Bank DKI Melantai di Bursa Awal Tahun Depan

Bank DKI Melantai di Bursa Awal Tahun Depan

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2011 13:58 WIB
Jakarta - Pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI terlaksana pada awal tahun 2012. Manajemen Bank DKI masih menunggu dana penyertaan modal pemerintah (PMP), sebelum saham mereka dijajakan kepada publik.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono usai due dilligence obligasi perseroan, di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Menurutnya, modal tambahan perseroan ke depan mencapai Rp 650 miliar. Ini didapat dari dua sumber, yakni suntikan dana dari pemegang saham (Pemprov DKI) dan penawaran saham perdana kepada publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian dana, atau Rp 750 miliar, akan terpenuhi dari hasil penjualan surat utang konvesional dan subordinasi yang mulai ditawarkan 9 hingga 13 Juni 2011.

"IPO menjadi corporate action perseroan. Ini dilakukan untuk meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) kami yang akan kami jaga di 14%," jelasnya.

Pelaksaan IPO yang berlarut-larut karena perseroan masih menunggu PMP dari Pemprov DKI Jakarta. PMP diharapkan cair pada akhir 2011.

"Kita harus dapat PMP dulu, agar porsi Pemprov (kepemilkan) tidak terdelusi terlalu tinggi. Awal 2012 IPO, namun nanti tergantung market," paparnya.

Sementara, Direktur Pemasaran Bank DKI Mulyatno Wibowo menambahkan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit 33% menjadi Rp 8,8 triliun hingga akhir tahun 2011. Kredit tersebar secara merata pada sektor konsumer, komersial, ritel dan syariah.

Ia menambahkan, Bank DKI siap membiayai beberapa proyek infrastruktur. Tidak hanya di Jakarta, tapi di luar Jawa. Satu proyek yang telah mendapatkan komitmen adalah PLTU yang berlokasi di Kalimantan Timur. Perseroan akan membiayai US$ 17,5 juta dari total investasi US$ 35 juta.

"Ada juga PLTU di Kalimantan Tengah, nilai investasi US$ 60 juta. Namun porsi bank DKI belum, sedang negosiasi. Kami juga berniat membiayai proyek pembangunan jalan tol JORR WII. Kredit yang kita siapkan sekitar Rp 200 miliar. Totalnya belum, karena pemilik Jasa Marga dengan BUMD, masih terus menghitung," imbuh Mulyatno.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads