Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 99,72 miliar. Dividen ini setara dengan 35% laba bersih tahun 2010 lalu sebanyak Rp 284,92 miliar.
Demikian keputusan hasil RUPS Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya tersebut di kantornya, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
Rasio pembagian dividen tersebut meningkat sebanyak 5% dari pay out ratio tahun lalu yang hanya 30% dari laba tahun 2009. Naiknya porsi dividen ini merupakan usulan dari Pemerintah yang memegang kepemilikan mayoritas (66,65%) saham Perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perolehan kontrak baru WIKA hingga triwulan I-2010 mencapai Rp 2,35 triliun, sehingga total kontrak dihadapi (order book) WIKA menjadi Rp 15,196 triliun.
Beberapa proyek besar yang diperoleh perusahaan pelat merah itu antara lain Proyek Overburden Crushing and Conveying System di Tutupan-Tobalong, Kalimantan Selatan dengan nilai US$ 83,3 juta, Proyek Fly Over Ahmad Yani Summarecon Bekasi senilai Rp 144,5 miliar dan Proyek Perpanjangan Dermaga B 400 M Dumai dengan nilai Rp 130,51 miliar.
Perseoran juga telah menyelesaikan satu proyek investasi yakni PLTD Marine Fuel Oil (MFO) 50 MW di Pasanggrahan, Bali. Proyek tersebut telah memasuki tahap komersial pada tanggal 16 Maret 2011 dan akan memberikan kontribusi kepada kinerja perseroan selama 8 tahun ke depan.
(ang/hen)











































