Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi mengungkapkan, penawaran saham perdana ini dilakukan untuk meningkatkan penambahan modal perbankan sekaligus mendukung ekspansi kredit.
"Kami akan melepas saham perdana 20% seri B atas persetujuan pemegang saham dan Pemerintah Daerah (Pemda), dengan pembukuan laporan keuangan per Juni 2011," ujar Suryadi, di sela acara IBEX 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sektor yang paling besar memperoleh kredit adalah sektor perdagangan sekitar 56%, lalu 35% sektor usaha, 6% pertanian dan 3% sektor industri. Wilayah penyaluran kredit kami paling besar masih di Sumatera Barat, di Jakarta hanya senilai Rp 300 miliar," tambahnya.
Adapun, dana pihak ketiga (DPK) telah terkumpul sebesar Rp 9,4 triliun per kuartal pertama, dengan komposisi 20% giro, 20% tabungan dan 60% deposito.
"Kemudian posisi rasio kecukupan modal tercatat (CAR) 13,5% per kuartal pertama," tuturnya.
BPD Sumatra Barat ini juga berniat menawarkan obligasi senilai Rp 700 miliar dalam bentuk tiga jenis surat utang: obligasi senior, obligasi subordinasi, dan sukuk mudharabah.
(dru/ang)











































