Wall Street Menguat, Saham Goldman Sachs Merosot

Wall Street Menguat, Saham Goldman Sachs Merosot

- detikFinance
Jumat, 13 Mei 2011 06:43 WIB
Wall Street Menguat, Saham Goldman Sachs Merosot
New York - Saham-saham di bursa Wall Street akhirnya ditutup menguat setelah sempat merosot tajam di awal perdagangan. Pulihnya harga komoditas turut membantu rebound indeks di Wall Street.

Mengikuti turunnya harga logam berharga dan komoditas, saham-saham sempat melemah di awal perdagangan. Namun selanjutnya saham-saham secara perlahan membaik, sehingga kisaran pergerakan Dow Jones cukup lebar hingga 181 poin.

Saham-saham sektor defensif mengalami rebound yang kuat, seperti sektor kesehatan dan konsumer. Sementara sektor lain seperti finansial justru mengalami penurunan. Investor sepertinya masih terus memburu saham-saham untuk berburu dividen di tengah penurunan imbal hasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingkat imbal hasil surat berharga memang turun, sehingga membuatnya kurang menarik jika dibandingkan dengna saham-saham terutama yang membayarkan dividen seperti utilitas.

"Investasi pendapatan tetap tidak terlalu menarik dengan tingkat imbal hasil seperti sekarang. Ada sedikit kekhawatiran tentang komoditas. Volatilitas telah menakutkan banyak orang, jadi saya pikir banyak investor duduk dan mengatakan 'dimana saya bisa menempatkan dana saya?' dan pasar saham adalah jawabannya," ujar Channing Smith, co-manager Capital Advisor seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/5/2011).

Pada perdagangan Kamis (12/5/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 65,89 poin (0,52%) ke level 12.695,92. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 6,57 poin (0,49%) ke level 1.348,65 dan Nasdaq menguat 17,98 poin (0,63%) ke level 2.863,04.

Saham-saham sektor finansial berjatuhan setelah analis perbankan Rochdale Securities, Dick Bove memberikan peringkat 'jual' untuk Goldman Sachs Group dan mengurangi target harga sahamnya dari US$ 163 menjadi US$ 120 karena adanya kekhawatiran masalah litigasi. Saham Goldman merosot hingga 3,5%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,5 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata di tahun 2011 yang sebesar 7,73 miliar lembar saham.


(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads