Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan di kantornya, Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Jumat (13/5/2011).
"Regulator sudah kasih green light. Dari Stock Exchange," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita agendakan itu di Juli-Agustus. Pakai laporan keuangan Juni, kan satu bulan audit. Ini membawa manfaat pemegang saham. Akan ada pembenahan balance sheet," tuturnya.
Perbaikan neraca yang dimaksud Elisa, berupa penghapusan akumulatif kerugian dan penghitungan ulang atas aset GIAA yang mereka miliki. Kuasi reorganisasi berdasarkan aturan pencatatan keuangan terbaru yang berlaku di Indonesia.
"Kan yang dulu rugi terus. Ada gain dari revaluasi asset menjadi sesuai. Dalam prinsip akuntansi terbaru ada perbedaan. Yakni sebelumnya penilaian hanya dari nilai usia ekonomis. Yang sekarang, dinilai dari nilai pasar dan nilai produktifitas aset itu sendiri," paparnya.
Elisa mencontohkan, untuk pesawat berusia 15 tahun bisa nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan dengan nilai buku. Karena untuk pesawat seri tertentu jika dijual ke pasar masih banyak peminat.
"Kuasi ini untuk menghapus negative earning karena ada kumulatif kerugian," tambah Direktur Utama GIAA, Emirsyah Satar.
Di sisi lain, Emir menyebut total armada GIAA saat ini ada 85 pesawat hingga triwulan I-2011, naik dari periode yang sama tahun lalu, 73 pesawat. Perseroan menambah 21. Dimana 20 pesawat berjenis Boeing B737-800, dan satu pesawat lain Airbus A330-200.
"Pada 2011, Garuda akan menerima 11 pesawat baru terdiri dari dua A330-200 dan 9 B737-800 Next G," imbuhnya.
(wep/ang)











































