Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia menjadi pemicu pelepasan saham tersebut, ditambah pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve, juga bertambah parahnya krisis utang Eropa.
Sentimen tersebut tak hanya membuat saham-saham jatuh, tetapi juga menjegal pergerakan nilai tukar Euro. Pergerakan bursa Paman Sam dan Euro ini sangat mirip dalam sepekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira ini koreksi paling dalam pertama yang melanda pasar saham," kata Manager Portofolio TEAM Asset Strategy Fund James Dailey di Harrisburg, Pennsylvania, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (14/5/2011).
"Koreksi terbanyak terjadi pada sektor yang memang sudah jatuh sebelumnya, yaitu di saham-saham berbasis komoditas," jelasnya.
Indeks Dow Jones ambruk 100,17 poin (0,79%) ke level 12.595,75. Indeks Standard & Poor's 500 turun 10,88 poin (0,81%) ke level 1.337,77. Indeks Komposit Nasdaq melemah 34,57 poin (1,21%) ke level 2.828,47.
Dalam sepekan, Indeks Dow Jones turun 0,3%, Indeks S&P 500 kehilangan 0,2% dan Indesks Komposit Nasdaq naik justru tipis 0,03%.
(ang/ade)











































