Pada pekan lalu, indeks sektoral yang mengalami penguatan terbesar adalah sektor macam-macam industri yang tercatat ditutup menguat sebesar 44,59 poin (4,38%) ke level 1062,31. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar adalah sektor pertambangan yang ditutup melemah sebesar 57,47 poin (0,56%) ke level 3251,65.
Investor asing pada perdagangan minggu lalu membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 158,34 miliar terdiri dari akumulasi pembelian sebesar Rp 6.393,83 triliun dan akumulasi penjualan sebesar Rp 6.235,49 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Senin (9/5/2011), IHSG terkoreksi 13,104 poin (0,35%) ke level 3.785,450.
- Selasa (10/5/2011), IHSG menguat 15,070 poin (0,39%) ke level 3.800,520.
- Rabu (11/5/2011), IHSG menanjak 37,622 poin (0,98%) ke level 3.838,142.
- Kamis (12/5/2011), IHSG kehilangan 29,432 poin (0,77%) ke level 3.808,710.
- Jumat (13/5/2011), IHSG naik 23,311 poin (0,61%) ke level 3.832,021.
"Pada perdagangan minggu lalu diwarnai oleh rilisnya pengumuman tingkat suku bunga BI yang tetap bertahan di level 6,75%, namun pasar tampaknya kurang antusias dengan pengumuman tersebut mengingat bertahannya BI rate di level 6,75% sudah diprediksi oleh pelaku pasar ketik BPS merilis laporan deflasi yang terjadi pada bulan April lalu," jelas Wisnu Karto, analis dari eTrading Securities.
Perdagangan IHSG pada Senin (16/5/2011) diprediksi akan berada dalam kisaran yang sempit dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif dari bursa Wall Street dan juga suasana libur membuat investor memilih untuk keluar sementara waktu.
Pada perdagangan Jumat (13/5/2011), indeks Dow Jones ditutup merosot 100,17 poin (0,79%) ke level 12.595,75. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,88 poin (0,81%) ke level 1.337,77 dan Nasdaq melemah 34,57 poin (1,21%) ke level 2.828,47.
"Kami melihat pada perdagangan minggu ini akan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen yang datang dari indeks regional dan pengumuman pembagian dividen emiten mengingat katalis penggerak indeks dari dalam negeri hampir seluruhnya telah diumumkan seperti pengumuman BI Rate, tingkat inflasi bulan lalu, maupun rilis laporan keungan kuartal I-2011. Sementara itu, saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain AALI, INKP, dan BUMI," urai Wisnu.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG pada Jumat akhir pekan lalu ditutup naik 23,311 (0,61%) ke level 3,832.021 dengan jumlah transaksi sebanyak 22,6 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp 5,2 triliun.
Sektor yang menjadi pendorong bagi penguatan IHSG adalah sektor consumer goods dan sektor manufaktur yang masing-masing tercatat menguat sebesar 2,07 % dan 1,11% sementara sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor infrastruktur dan pertambangan yang masing-masing melemah sebesar 0,17% dan 0,16%.
Tercatat sebanyak 149 sektor saham mengalami kenaikan, 103 sektor saham mengalami penurunan, 85 sektor saham tidak mengalami perubahan dan 166 sektor saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 62,64 miliar dengan sektor yang paling banyak di jual adalah BMRI, ASII, GGRM, TLKM, dan BJBR.
Secara teknikal, pada perdagangan hari ini (16/5) IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatannya melihat candlestick yang membentuk pola white marubozu sementara indikator stochastic dan RSI bergerak uptrend mendekati area overbought. Pada perdagangan, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,798-3,849 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INDY, AALI , dan GGRM.
Kresna Sekuritas:
IHSG masih berkonsolidasi dengan 3789 sebagai support kunci. Angka inflasi di AS yang diharapkan di 3.1% diperkirakan akan menjadi katalis global. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,800-3,850 dengan ADRO dan ELTY sebagai saham pilihan.
Indosurya:
Pada perdagangan Senin (16/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.800-3.816 dan resistance 3.840-3.850. Candle IHSG yang sebelumnya membentuk menyerupai hanging man, di akhir pekan membentuk candle white marubozu yang menggambarkan besarnya kekuatan daya beli untuk membawa harga ke atas. Pola yang terjadi memperlihatkan minat beli masih besar meski terdapat peluang terkoreksi karena pergerakan IHSG masih di sekitar area overbought . MACD bergerak mendatar dengan terbentuknya histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali reversal di sekitar area overbought . Penguatan yang terjadi kemarin membawa IHSG kembali mendekati area overbought dan secara historis setelah terbentuknya white marubozu, penguatan yang terjadi selanjutnya bersifat terbatas. Meski minat asing masih ada dengan tercatatnya nett buy yang lebih tinggi dari sebelumnya namun, investor diharapkan berhati-hati bila terjadi penurunan mengingat biasanya kemungkinan tipisnya transaksi di tengah hari libur.
(qom/qom)











































