Demikian disampaikan Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo sebelum Investor Day 2011, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
"Fasilitas ini dana talangan dari bank pembayar. Ini untuk realignment (penyusunan kembali). Secara prinsip mereka sudah siap menyediakan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksimum mereka Rp 100 miliar. Nanti bank bisa membayarkan langsung ke investor, tanpa menunggu dari payment bank investor yang menjual saham," paparnya.
Jika payment bank mengeluarkan dana talangan, mereka akan mendapat fee yang dibebankan kepada KSEI. "Fee-nya tergantung fasilitas intraday yang dipakai. Ini fungsi kita untuk memajukan industri pasar modal dan untuk mencegah ketidakpastian di industri," paparnya.
Seperti diketahui, KSEI telah memilih lima bank sebagai bank pembayar. Pemilihan bank pembayar merupakan tindak lanjut atas berakhirnya periode 2009-2011, dan kemudian dilanjutkan untuk periode 2011-2015.
"Dalam proses pemilihan Bank pembayar ini, KSEI telah menyampaikan request for proposal (RFP) kepada 20 bank yang memiliki jasa kustodian dan terdapat 7 bank yang menyampaikan proposal sebagai bank pembayat KSEI," ungkap manajemen KSEI.
Keputusan adalah final dan tak dapat diganggu gugat. Proses selanjutnya adalah penandatanganan antara KSEI dengan masing-masing payment bank di pertengahan Juli 2011.
(wep/ang)











































