Sebanyak US$ 92 juta dipakai untuk proyek PLTA Karebbe 90 MW, sisanya sebagai proyek di Morowali, Sulawesi Tengah, fasilitas pemrosesan tambahan di Sorowako, serta pembangunan jalan dari area deposit bijih nikel di Bahodopi menuju Sorowako. Demikian disampaikan VP Director INCO, Irmanto dalam Investor Day 2011, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
"US$ 92 juta untuk belanja Karebbe. US$ 135 juta untuk surviving, dan capital untuk beberapa proyek modal berkelanjutan, termasuk pembangunan jalan dan pengembangan tembaga Bahodopi, dan proyek konversi dan transportasi batu bara dan rebuilding tanur listrik no.2," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perseroan juga siap meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 90 ribu metrik ton pada proyek Sorowako, melalui ekspansi browfield. "Salah satu pilar dari rencana ekspansi ini adalah POP (Production Opmization Plan), termasuk peningkatan kerja furnace yang dimulai pada akhir tahun," paparnya.
Sedangkan pembangunan PLTA Karebbe, saat ini proyek sudah terselesaikan 87%. Dan pada paruh kedua 2011 diharapkan dapat tuntas. Karebbe menghasilkan listrik untuk menggantikan minyak dan diesel yang kini digunakan untuk tanur listrik.
"Saat ini INCO juga sedang mempelajari kelayakan dari pembangunan fasilitas pemrosesan tambahan Sorowako, dan diharapkan mampu menghasilkan produksi 90 ribu metrik ton," paparnya.
Pada kawasan Morowali, Sulteng, perseroan telah tandatangani MoU dengan perusahaan besi baja Baosteel Resources Co. Ltd dan PT Pan China International, untuk dapatkan studi kelayakan final dengan pembangunan fasilitas pemrosesan nikel di Kabupaten Morowali.
"Perseroan juga memulai membangun jalan dari area deposit bijih nikel di Bahodopi menuju Sorowako. Selain itu juga menyiapkan konstruksi untuk pabrik pengeringan dan screening station di Bahodopi. Proyek-proyek ini akan diimplementasikan dalam jangka waktu dekat, dengan bergantung pada persetujuan dari pemerintah," ucapnya.
(wep/ang)











































