PT Pertamina (Persero) berencana menerbitkan obligasi global alias global bond senilai US$ 1 miliar. Dananya akan digunakan untuk berbagai investasi tahun ini.
Demikian hal itu diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
"Banyak lho (investasi Pertamina). (Blok) Cepu saja masih memerlukan tambahan kemudian untuk West Madura Offsore dengan 80% Pertamina perlu tambahan modal. Belum lagi Blok Angola, itu merupakan peluang investasi baru," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, obligasi global ini akan diluncurkan pada akhir Mei tahun 2011 dan jatuh tempo pada bulan yang sama tahun 2021. Pertamina dibantu oleh Citigroup Global Markets, Credit Suisse Securities, dan HSBC Securities.
"Sebelum memberikan persetujuan ke Pertamina itu kita sudah tanya dulu, jadi kita optimis dengan tambahan US$ 1 miliar itu tidak besar. Sudah dihitung benar-benar. Sehingga global bond ini diserap untuk investasi Pertamina 2011," ujarnya.
Saat ini, kata Mustafa, perusahaan pelat merah itu sedang menggelar roadshow ke beberapa negara dalam rangka menjajakan surat utangnya tersebut, antara lain ke Hong Kong, New York, London, dan Singapura.
"Menurut yang dilaporkan (Pertamina), investor sangat antusias pada global bond kita," tambahnya. (ang/dnl)










































