Hal ini disampaikan Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi, dalam jumpa pers Investor Day, di Jakarta, Rabu (18/5/2011).
Ia menambahkan, BTEL akan memaksimalkan dana refinancing dari kas internal atas hasil usaha. Selain itu, perseroan juga menjajaki perpanjangan utang dari sumber eksternal.
"Bisa saja refinancing untuk membayar utang yang jatuh tempo pada 2012. Kemungkinan untuk menerbitkan kembali bond pada tahun depan, tapi itu masih kami kaji. Semaksimal mungkin akan gunakan kas internal," papar Jastiro.
Seperti dikabarkan sebelumnya, di Januari 2011 perseroan telah menerbitkan surat utang (global bond) senilai US$ 130 juta. Seluruh dana yang diraup sebagai pembayaran utang kepada Credit Suisse dan pinjaman dari vendor perseroan. Sisanya untuk kebutuhan biaya investasi perseroan terutama di bidang wireless broadband dan selular.
Pada tahun 2011, BTEL telah menyiapkan dana biaya belanja barang modal US$ 180-200 juta. Sekitar US$ 40-50 juta telah direalisasikan pada triwulan I-2011.
Tercatat jumlah pelanggan perseroan mencapai 13,5 juta orang. Sedangkan posisi pelanggan hingga akhir triwulan I-2011, belum dapat disampaikan.
(wep/ang)











































