Namun investor masih belum yakin apakah penguatan yang terjadi kemarin akan terus berkesinambungan.
"Kita telah melihat penguatan kembali. Apakah ini berkesinambungan? Inilah yang akan menjadi pertanyaan jutaan dolar," ujar David Lutz, managing director Stifel Nicolaus Capital Markets seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan berjalan sepi dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,5 miliar lembar saham, dibandingkan rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,4 miliar lembar saham.
Penguatan saham-saham terjadi setelah harga minyak mentah dunia kembali melonjak hingga 3% sehingga minyak Light Sweet kembali bercokol di level US$ 100 per barel. Saham-saham energi ikut terangkat seperti Chevron Corp yang naik 2,4% menjadi US$ 102,86, dan menjadi penopang utama kenaikan Dow Jones.
Saham Dell melonjak hingga 5,4% menjadi US$ 16,75 setelah produsen PC itu melaporkan labanya yang melebihi ekspektasi, sekaligus menaikkan proyeksi pendapatan operasional di tahun fiskal 2012.
"Reli dipimpin oleh saham-saham bahan baku, yang terhubung dengan rebound di beberapa harga komoditas. Pendapatan cukup kuat dan memberikan nafas lagi ke sektor teknologi," ujar Nick Kalivas, analis dari MF Global.
Harga Minyak Melonjak
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak menembus US$ 100 per barel, dipicu merosotnya dolar AS dan stabilisasi cadangan minyak AS yang tidak diprediksi.
Pada perdagangan Rabu, minyak light sweet pengiriman Juni melonjak 3,19 dolar menjadi US$ 100,10 per barel. Minyak Brent juga melonjak 2,31 dolar menjadi US$ 112,30 per barel.
(qom/qom)











































