BW Plantation Cairkan Pinjaman Rp 1 Triliun untuk Tanam Sawit

BW Plantation Cairkan Pinjaman Rp 1 Triliun untuk Tanam Sawit

Herdaru Purnomo - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2011 14:05 WIB
BW Plantation Cairkan Pinjaman Rp 1 Triliun untuk Tanam Sawit
Jakarta -

PT BW Plantation Tbk (BWPT) siap cairkan pinjaman Rp 1 triliun untuk penanaman lahan sawit tahun ini. Perseroan siap menanam sawit di lahan seluas lebih dari 10 hektar di 2011.

Demikian diungkapkan Presiden Direktur BWP Abdul Halim Ashari di sela acara Investor Day di Hotel Gran Hyatt, Sudirman, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

"Kita akan terus berekspansi, tanam 10 ribu hektar lebih tahun ini. Dana dipenuhi dari hasil obligasi tahun lalu dan gabungan cashflow kita. Karena kita berkembang terus, tahun ini ada kemungkinan tambahan pinjaman perbankan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, maksimal pinjaman perbankan yang akan dicairkan emiten berkode BWPT itu sebesar Rp 1 triliun dari berbagai bank. Salah satu bank yang sudah berkomitmen untuk memberikan pinjaman adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Utang dari bank tersebut juga akan digunakan perusahaan swasta itu untuk mendirikan pabrik dalam rangka menambah kapasitas produksi. Dari produksi saat ini 30 juta ton per tahun, akan ditingkatkan menjadi 45 juta ton per tahun.

Selain itu, perseroan juga berniat menambah luas lahannya dengan mengakuisi areal sawit baru. Perseroan mengaku telah mendapat penawaran dari beberapa perusahaan yang siap jual lahan berdasarkan informasi dari pemerintah setempat.

Lahan yang diincar perseroan seluas 100-150 ribu hektar. Pasalnya, dalam 2-3 tahun mendatang, seluruh lahan yang dimiliki perseroa akan habis ditanami. Proses due diligence terhadap akuisisi itu pun kini sedang berlangsung.

"Kemungkinan besar tahun ini kami akan menambah areal, sedang dalam proses due dilligence. Akuisisi lahan baru yang kami targetkan akan diselesaikan tahun ini," tegasnya.

Ia mengatakan, mengenai produksi perseroan hingga April 2011 lalu, produksi TBS, CPO, atau Kernel mencapai 36.264 ton. Masing-masing TBS naik 55%, CPO naik 53%, dan Kernel bertambah 48%.

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads