Demikian disampaikan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro usai RUPS di Jakarta, Kamis (19/5/2011).
"Salah satu agenda dalam RUPST 2011 adalah usulan penggunaan laba Bank BTN. Tiga puluh persen dari laba Bank BTN dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham, sehingga dividen sebesar Rp 31 per lembar saham," jelas Iqbal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lanjut Iqbal, 1,5% dan 2% dari laba dialokasikan masing-masing untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta sisanya digunakan untuk cadangan atau untuk memperkuat permodalan perusahaan.
"Agenda lain RUPST tahun 2011 juga mengusulkan penambahan 1 (satu) orang untuk memperkuat jajaran Dewan Komisaris Bank BTN," terangnya.
Memandang ke depan, sambung Iqbal, direksi optimis dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan stakeholders.
βPertumbuhan di tahun 2011 tetap akan difokuskan pada kredit perumahan yang masih memiliki potensi yang sangat besar di masa mendatang," jelasnya.
Beberapa program inisiatif dalam program kerja Bank BTN tahun 2011 adalah funding based yang luas dengan meningkatkan pertumbuhan dana ritel, pertumbuhan kredit yang berkualitas dan margin kredit.
Selain itu, peningkatan fee based income, pengembangan jaringan kantor baru dan ATM, implementasi struktur organisasi baru secara menyeluruh, dukungan teknologi informasi serta pelaksanaan GCG di seluruh level organisasi juga menjadi program kerja utama Bank BTN di tahun 2011.
Sampai dengan 31 Desember 2010, Bank BTN dimiliki oleh 9.470 pemegang saham, dengan pemegang saham mayoritas adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 72,92%.
Sementara sisanya 25,40% dimiliki publik dan 1,68% oleh Karyawan dan Direksi Bank BTN melalui program Alokasi Saham Manajemen dan Karyawan (Management & Employee Stock Allocation - MESA) dan Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan (Management & Employee Stock Option/MESOP).
(dru/ang)











































