PT Pertamina (Persero) dikabarkan bakal kembali menerbitkan obligasi global alias global bond senilai US$ 500 juta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar akan meminta laporan lengkap mengenai surat utang ini.
"Saya dengar kabar (obligasi US$ 500 juta, tapi belum resmi. Saya ingin dapat laporan, kan yang baru disetujui US$ 1 miliar," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Mustafa mengaku akan memanggil Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam rangka meminta penjelasan atas penerbitan surat utang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kabar yang beredar, surat utang tersebut akan berjangka waktu 30 tahun terhitung sejak diterbitkan tahun ini, sehingga waktu jatuh temponya di tahun 2041. Obligasi global itu berkupon 6,75-6,85%.
Lembaga pemeringkat Fitch Rating sudah memberi peringkat BB plus dengan outlook positif. Peringkat ini diberikan pada Kamis 19 Mei 2011 kemarin.
Sebelumnya, Pertamina juga sudah berencana menerbitkan obligasi global alias global bond senilai US$ 1 miliar. Dananya akan digunakan untuk berbagai investasi tahun ini. (ang/dnl)











































