IHSG Rawan Koreksi Pekan Depan

IHSG Rawan Koreksi Pekan Depan

- detikFinance
Minggu, 22 Mei 2011 17:42 WIB
IHSG Rawan Koreksi Pekan Depan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan koreksi pada perdagangan pekan depan. Setelah sebelumnya pada Jumat lalu terus terkantrol naik dan mendekati level 3.900.

Potensi koreksi IHSG disebabkan oleh perhatian investor akan tekanan surat utang Yunani, yang berimbas pada runtuhnya saham-saham di bursa Wall Street AS.

"Selama pekan depan, akan terjadi penurunan. Pasar Asia akan terpengaruh akan respon Yunani, dan memastikan tidak ada default atas surat utang," jelas Economist PT Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada detikFinance, di Jakarta, Minggu (22/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, pola perdagangan saham menjelang Mei biasanya cenderung menurun hingga akhir triwulan II-2011. Ini ditambah dengan harga Emas yang pada perdagangan terakhir mengalami penurunan. "Gold turun, Jumat. Pada senin, pasar (saham) Asia akan terpengaruh," tutur Lana.

Indeks diprediksi secara perlahan kembali naik signifkan usai melewati bulan Juli 2011. Namun penurunan IHSG diprediksi bersifat temporer, dengan ekses likuiditas di pasar Asia yang masih membaik, menjadi pemicu bergeraknya indeks ke arah positif.

"The Fed indikasinya masih akan mempertahankan bunga rendah, hingga ekses likuidita masih ada di market," terangnya.

Potensi koreksi IHSG juga disampaikan Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman. Menurut Billy, lazimnya pasar saham, IHSG terpengaruh akan bursa regional, dimana indeks Dow Jones terkoreksi.

"Saya lihat IHSG sudah menembus resistance 3.850, sehingga tren masih bullish menuju 3.920. Level support-resistance (pekan depan) 3.800-3.890 (3.900). Investor masih perhatikan isu Eropa. Tapi saya juga melihat lebih banyak entimen positif kita, seperti deflasi, laporan keuangan Q1-2011," ucap Billy.

Pada pedagangan akhir pekan ini, IHSG ditutup naik tipis 5,273 poin (0,13%) ke level 3.865,083. Sejatinya kenaikan Indeks masih bisa lebih besar, namun beberapa investor melakukan aksi ambil untung (profit taking), khususnya pada saham-saham tambang serta properti.

IHSG Senin (16/5/2011) kemarin, atau menjelang hari libur nasional sempat melemah. IHSG terkoreksi 32,795 poin (0,86%) ke level 3.799,226.

Namun pelemahan tidak berangsung lama, di perdaganan Rabu (18/5/2011), atau usai libur BEI, Indeks kembali menembus level 3.840, atau naik 41 poin.

Satu hari berselang, Kamis (19/5/2011), IHSG tak kuasa untuk terus berjaya. Dimana Indeks mengukir rekor terbarunya, dan ditutup pada level 3.859,81. IHSG naik 4,85 poin atau 0,7% dari perdagangan sebelumnya.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads