PT Jaya Agrie Wattie mengincar dana Rp 566,2 miliar dari penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Harga saham perdananya dipatok Rp 500 per lembar.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Senin (23/5/2011), perseroan akan menerbitkan 1,13 miliar lembar atau setara 30% sahamnya ke publik. Pencatatan saham akan dilakukan pada 30 Mei 2011.
Sebanyak 10% dari jumlah saham yang ditawarkan itu dialokasikan untuk manajemen dan karyawan. Saham dengan nilai nominal Rp 100 per lembar untuk dijual kepada publik itu ditentukan harga penawarannya Rp 500 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sisanya 10% akan digunakan untuk biaya perolehan lahan baru, modal kerja perseroan, perluasan sewa kantor, belanja modal, pembelian komputer, dan kendaraaan.
Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PTR OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut.
Masa penawaran awal akan digelar pada 27 April -11 Mei 2011, dilanjutkan masa penawaran pada 20,23 dan 24 Mei. Setelah itu masa penjatahan dilakukan pada 26 Mei dan pencatatan saham di BEI pada 30 Mei 2011.
Investor asing dominasi penyerapan saham PT Jaya Agra Wattie Tbk, atau lebih dari 50% dari saham yang ditawarkan 1,13 miliar lembar.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT Jaya Agra Wattie, Bambang Ibrahim, di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (23/5/2011). "Respon asing terharap kami cukup baru. Nilainya lebih dari 50% dibanding jumlah saham yang kami tawarkan," tuturnya.
Pada periode penawaran saham perdana (bookbuilding), terjadi kelebihan permintaan 2 kali. Penawaran tidak hanya dilakukan untuk investor domestik, namun juga asing melalui roadshow ke beberapa negara.
"Dari roadshow di Hong Kong, Singapura dan Malaysia, peminat paling banyak adalah dari Singapura. Mereka kontributor investor asing terbanyak," tegasnya.
Sekitar 90% dari dana IPO ini akan dipergunakan untuk penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak usaha perseroan dalam bentuk penyertaan saham. Sisanya 10% akan digunakan untuk biaya perolehan lahan baru, modal kerja perseroan, perluasan sewa kantor, belanja modal, pembelian komputer, dan kendaraaan.
Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut. Sebanyak 10% dari jumlah saham yang ditawarkan itu dialokasikan untuk manajemen dan karyawan.











































