Demikian hal itu diungkapkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/5/2011).
"Memang global bond yang US$ 1,5 miliar ini sudah masuk dalam RKAP 2011 dan komite sudah menyetujui itu. Kemarin tahap pertama kita setujui US$ 1 miliar, ada usulan penambahan langsung setengah sehingga US$ 1,5 miliar ini kami akan melakukan persetujuan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah jelas sekali peruntukannya, karena kesempatan serap kan tinggal 3 kuartal lagi, 7 bulan lagi lah. Kalau 7 bulan ini untuk US$ 1,5 miliar ini diserap karena ini kan plafon 2011, kalau Pertamina bisa membelanjakan US$ 1,5 miliar itu monggo (silahkan)," ujarnya.
Menurut Mustafa, penerbitan obligasi Pertamina tersebut ditujukan untuk merealisasikan program-program Pertamina yang telah masuk dalam rencana tahun ini, seperti pembelian Blok Angola, Cepu, dan West Madura. Begitu juga dengan rencana revitalisasi sumur guna menggenjot peningkatan lifting minyak.
"Pokoknya yang tahun ini masuk semua. Angola, Cepu, West Madura, peningkatan sumur yang bisa direvitalisasi karena kita ingin menggenjot betul," pungkasnya.
(nia/ang)










































