Program Buy Back Dihentikan, Sampoerna Tingkatkan Deviden Jadi Rp 320
Jumat, 18 Jun 2004 12:10 WIB
Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk memutuskan menghentikan program buy back (pembelian saham kembali) yang dilakukan. Dana untuk buy back yang tidak digunakan itu akan dibagikan ke pemegang saham sebesar Rp 80 per saham sehingga total dividen 2003 yang diterima investor Rp 320. Perinciannya Rp 240 per saham dari laba bersih 2003 dan Rp 80 dari sisa buy back. Dari laba bersih 2003 sebesar Rp 1,4 triliun, perseroan menggunakan dana untuk dividen sebesar Rp 1,1 triliun sehingga total dividen tunai dari 2003 sebesar Rp 240 per saham. Namun Rp 120 per saham telah dibagikan sebagai dividen interim pada 31 Mei 2004. Sisanya Rp 120 per saham ditambah Rp 80 per saham dari hasil buy back obligasi akan dibagikan kepada pemegang saham sekaligus. Namun belum ditentukan waktunya.Menurut Head Corporate Communisation PT HM Sampoerna, Niken Rachmad di Hotel Shangri-la, Jakarta, Jumat (18/6/2004), dana buy back yang semula disediakan Rp 417 miliar, telah dilakukan sejak 2003 baru 10 persen (Rp 40 miliar) yang digunakan untuk buy back. Sisanya yang semula untuk buy back diubah menjadi dana yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai sebesar Rp 350 miliar atau Rp 80 per saham.Sedangkan sisa program buy back sebesar Rp 25,9 miliar, menurut Niken, akan dicatatkan sebagai laba ditahan. Dalam RUPS LB disetujui penarikan sejumlah 117 juta saham (2,6 persen) dari seluruh saham yang bereda yang memiliki nominal Rp 100. Ini telah dilakukan melalui program buy back. Saat ini kepemilikan publik di Sampoerna masih 52 persen.
(nit/)











































