Dua surat utang global alias global bond yang diterbitkan PT Pertamina (Persero) laris manis di pasaran. Keduanya kelebihan permintaan (oversubscribed) masing-masing tujuh dan sepuluh kali.
"Dua tahap (obligasi global). Pertama, satu miliar (dolar AS) itu senin minggu lalu di New York itu oversubscribed 7 kali. Kalau yang kedua oversubscribe-nya 10 kali," kata Direktur Keuangan Pertamina Muhammad Afdal Bahauddin di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2011).
Pada tahap pertama, BUMN migas itu menerbitkan obligasi global senilai US$ 1 miliar dengan jangka waktu 10 tahun. Tingkat bunga untuk surat utang tersebut dipatok 5,25-5,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina berniat memakai dana hasil penerbitan global bond itu untuk mengakuisisi beberapa blok migas tahun ini, diantaranya Blok Angola, Cepu, dan West Madura.
Pertamina dibantu oleh Citigroup Global Markets, Credit Suisse Securities, dan HSBC Securities dalam aksi korporasi ini.
Raksasa migas lokal ini pun sudah melangsungkan roadshow ke beberapa negara dalam rangka menjajakan surat utangnya tersebut, antara lain ke Hong Kong, New York, London, dan Singapura.
(ang/dnl)










































