
Dollar menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya seiring dengan meningkatnya kecemasan pasar mengenai krisis utang Zona Euro dan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia menyusul lemahnya data perekonomian China.
Sederet kabar negatif tentang krisis utang Zona Euro menggiring euro melemah hingga menembus di bawah level psikologis 1.40 terhadap dolar. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings kemarin merevisi outlook Belgia menjadi negatif. Kabar tersebut memicu lemahnya euro hingga 1.3966 terhadap dolar.
Euro sebelumnya, memasuki minggu ini dengan membawa sentimen-sentimen negatif dari pekan lalu. Sebagaimana diketahui, Jumat lalu Fitch Ratings memangkas rating utang Yunani menjadi 4 tingkat di bawah investment grade. Diikuti kemudian oleh Standard & Poor's yang memberikan outlook negatif pada rating kredit Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana Italia, Spanyol kemungkinan menjadi negara anggota Zona Euro berikutnya yang bermasalah dengan utangnya. Jika masalah utang Spanyol semakin parah hingga membutuhkan bailout, dunia akan melihatnya sebagai negara Eropa terbesar yang memerlukan bantuan finansial yang jelas akan menjadi preseden buruk bagi Zona Euro secara keseluruhan.
Terhadap dolar, euro kemarin ditutup melemah 0,8 persen di kisaran 1.4046.
Sementara itu, indikasi bahwa China kehilangan sebagian momentum pertumbuhannya memukul mata uang yang peka terhadap pertumbuhan ekonomi dunia seperti dollar Australia. Data yang dirilis kemarin menunjukkan indeks PMI China turun dari 51,8 pada bulan April menjadi 51,1 di bulan Mei, terendah dalam 10 bulan.
Dolar Australia anjlok hingga kisaran terendah 1.0478 terhadap dollar AS, sebelum kemudian ditutup melemah lebih dari 1,4 persen di 1.0512 pada akhir sesi. Sebagai rekan dagang terbesar China, pertumbuhan ekonomi Australia juga bergantung pada pertumbuhan ekonomi China.
Penguatan dolar juga merembet pada mata uang lainnya seperti yen Jepang dan franc Swiss. Terhadap yen, dollar ditutup menguat sekitar 0,3 persen di 81.95. Sedangkan terhadap franc Swiss, dolar membukukan gain sekitar 0,75 persen dengan ditutup di 0.8770 pada akhir sesi.
Demikian pula versus poundsterling, dolar diperdagangkan di kisaran 1.6117 per pounds pada akhir sesi, menguat sekitar hampir 0,8 persen dari level penutupan Jumat lalu. (atz)











































