HM Sampoerna akan Refinancing Rp 1 Triliun
Jumat, 18 Jun 2004 16:05 WIB
Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk berencana melakukan pembiayaan utang kembali (refinancing) terhadap utang yang jatuh tempo pada tahun 2005 sebesar Rp 1 triliun. Namun belum bisa dipastikan bagaimana pembiayaan refinancing tersebut, apakah melalui penerbitan obligasi atau opsi lainnya."Opsi terbaik yang akan kita pilih untuk refinancing. Bond (obligasi) merupakan pilihan yang mungkin untuk refinancing utang Rp 1 triliun yang jatuh tempo Januari 2005," kata Presiden Direktur HM Sampoerna, Michael Sampoerna, usai paparan publik di Hotel Shangri-la, Jakarta, Jumat (18/6/2004).Menurut Michael, keputusan mengenai sumber pendanaan untuk refinancing akan ditetapkan pada bulan-bulan mendatang, dimana pelaksanaannya bisa dilakukan pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2004. Ia juga menjelaskan, pada tahun 2004 pihaknya akan meningkatkan pangsa pasar dari yang saat ini sebesar 21 persen.Namun Michael tidak menjelaskan berapa target kenaikan pangsa pasar yang akan dicapai. "Kita tetap akan melanjutkan pertumbuhan. Kami akan coba tumbuh sebaik-baiknya," katanya mantap.Sampoerna juga berencana meluncurkan produk baru. Namun Michael mengaku belum bisa menyebutkan jenis produk dan kapan waktu peluncurannya. Ia pun menegaskan tahun ini perseroan akan tetap fokus pada bisnis rokok dan belum berpikir untuk melakukan diversifikasi ke bidang usaha lainnya.Sedangkan menurut Wakil Presiden HM Sampoerna, Angky Camaro, hingga kini persediaan tembakau dan cengkeh sudah cukup sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun demikian, jika ada kenaikan harga tembakau dan cengkeh, kemungkinan harga jual produk juga akan disesuaikan karena ongkos produksi otomatis meningkat. Hal itu dilakukan untuk menjaga margin keuntungan.
(ani/)











































