Bursa Akhir Pekan
IHSG Ditutup di Bawah 700
Jumat, 18 Jun 2004 16:25 WIB
Jakarta - Aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor membuat indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ) terkulai. Akibatnya, pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (18/6/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,422 poin pada level 692,715. Namun nilai perdagangan yang kecil tidak sebanding dengan penurunan indeks yang terjadi.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling likuid turun 1,436 poin pada level 150,266, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,644 poin pada level 112,978, Indeks Papan Utama (MBX) turun 2,305 poin pada level 187,788 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 1,208 poin pada level 157,993.Perdagangan di pasar reguler relatif sepi dengan transaksi yang terjadi sebanyak 6.702 kali pada volume 788.697 lot saham senilai Rp 265,666 miliar. Sebanyak 31 saham mencatat kenaikan harga, 68 saham mengalami penurunan harga dan 295 saham lainnya stagnan.Saham-saham unggulan mendominasi jajaran saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top loser) antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 6.600, Indosat (ISAT) turun Rp 75 menjadi Rp 3.825, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 1.275, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 50 menjadi Rp 13.300 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 1.075.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi di deretan top gainer di antaranya International Nickel (INCO) naik Rp 2.100 menjadi Rp 31.400, Ades Alfindo (ADES) naik Rp 50 menjadi Rp 950, Bank BRI (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.600, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 5 menjadi Rp 435 serta Suparma (SPMA) naik Rp 5 menjadi Rp 180.Pada perdagangan akhir pekan, investor lebih banyak memilih wait and see. Namun aksi profit taking yang dilakukan sejumlah investor masih membuat indeks turun hingga 7 poin lebih, meski nilai perdagangan saham tidak signifikan.Aksi profit taking tersebut masih dipicu belum stabilnya kondisi makro ekonomi seperti naiknya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan penantian investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed.
(ani/)











































