Wall Street Akhiri Pelemahan

Wall Street Akhiri Pelemahan

- detikFinance
Kamis, 26 Mei 2011 07:07 WIB
New York - Bursa Wall Street akhirnya menghentikan pelemahannya yang sudah terjadi selama 3 hari berturut-turut. Namun penguatan saham terbatas dalam volume perdagangan yang tipis.

Saham energi dan material yang sebelumnya mengalami tekanan, akhirnya berbalik arah menguat dan mencatat kinerja terbaiknya.

"Investor lelah melakukan aksi jual di pasar, terutama dengan komoditas yang menemukan lagi kakinya," ujar Andrew Wilkinson, analis senior dari Interactive Brokers Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (25/5/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 38,54 poin (0,315) ke level 12.394,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 4,19 poin (0,32%)kelevel 1.320,47 dan Nasdaq menguat 15,22 poin (0,55%)ke level 2.761,38.

Saham-saham sektor energi menguat ditopang oleh turunnya produk distilasi secara tidak terduga, sehingga menaikkan harga minyak pemanas berjangka. Indeks enargi S&P tercatat naik 1,5%. Saham Exxon Mobil naik 0,8%, PHLX naik 2,8%.

Meski terjadi kenaikan, namun dinilai hanya terbatas saja karena masih adanya permasalahan di Eropa dan prospek lingkunan perekonomian dunia tanpa kebijakan moneter yang mendukung.

"Banyak yang harus didengarkan, dengan melihat isu kawasan Eropa dan volatilitas di kedua arah untuk sektor komoditas, yang belum terselesaikan," ujar Rob McIver, co-portfolio manager Jensen Portfolio.

"Masih ada kesempatan, namun juga ada pandangan yang berbeda tentang apa yang terjadi setelah program quantitative easing berakhir," ujarnya.

Volume perdagangan masih sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,69 miliar lembar saham, dibawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.



(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads