Dini hari tadi telah menjadi hari yang aktif di pasar keuangan dengan EUR / USD bergerak masuk dan keluar dari wilayah negatif. Pada awal sesi perdagangan New York, dolar diperdagangkan lebih tinggi terhadap sebagian besar mata uang utama namun pada akhir sesi, greenback akhirnya menyerah sebagian besar disebabkan oleh kenaikan laba perusahaan.
Pemulihan intraday terlihat pada semua pasangan mata uang utama dengan pengecualian USD / CHF, dan USD / JPY tetap tidak berubah selama hampir sepanjang hari. Naik turunnya harga di pasar forex menunjukkan bahwa pedagang masih sangat cemas tentang masalah di Yunani.
Situasi di Eropa terus membuat investor cemas tetapi pada saat yang sama, prospek bagi ekonomi AS tidak terlalu cerah, yang menjelaskan mengapa investor tidak bergegas bergerak ke dalam dolar AS.
Menteri Keuangan Geithner menunjukkan, ekonomi AS berada dalam posisi yang sangat sulit dan perlu beberapa tahun lagi sebelum pemulihan penuh disektor perumahan.
Tingkat pengangguran juga akan turun terlalu lambat bagi penilaian kebanyakan orang yang merupakan cara lain untuk mengatakan bahwa pemulihan mungkin akan berlanjut dengan kecepatan lamban untuk beberapa waktu.
Presiden Fed Kocherlakota, yang merupakan pemilik suara di FOMC tampaknya setuju. Dia mengurangi perkiraannya untuk pertumbuhan AS untuk sekitar 3 persen dari 3-3,5 persen dan ia memperkirakan tingkat pengangguran tetap mendekati 8,5 persen, naik dari perkiraan sebelumnya.
Namun, meski revisi turun untuk pertumbuhan, ia masih percaya bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga hingga 50bp pada akhir tahun karena inflasi inti semakin meningkat. Pandangan ini tidak dimiliki oleh para pejabat Fed lain atau pasar yang mengharapkan kenaikan suku bunga pertama oleh Federal Reserve untuk dilakukan pada kuartal pertama tahun 2011.
Sebagian alasannya adalah karena data ekonomi AS terus rentan terhadap tekanan, menggambarkan betapa lemahnya pemulihan AS sebenarnya.
Pesanan barang tahan lama turun 3,6 persen pada April, yang paling buruk dalam 6 bulan. Tidak termasuk order transportasi, permintaan untuk barang dalam 3 tahun terakhir turun 1,5 persen. Pesanan barang tahan lama meningkat secara signifikan di bulan Maret dan data terbaru mencerminkan penurunan kembalai.
Gangguan rantai suplai dari gempa Jepang juga memberikan kontribusi terhadap penurunan permintaan , itu adalah kecepatan lamban pemulihan AS yang telah membuat konsumen dan pebisnis enggan untuk mengeluarkan anggaran.
Dolar AS hampir tidak bereaksi terhadap laporan barang tahan lama yang menunjukkan bahwa investor telah kebal terhadap data AS yang lebih lemah. Laporan kedua GDP Q1 hari ini akan diliris dan pertumbuhan diperkirakan akan direvisi ke atas 1,8-2,2 persen karena belanja konsumen yang lebih kuat. Sayangnya bahkan dengan revisi ke atas, pertumbuhan pada kuartal pertama diperkirakan akan melambat dari pertumbuhan 3,1 persen yang dialami pada kuartal keempat tahun lalu.
Baca juga market review terkait :
Β
EUR: Masalah Hutang Meningkatkan Permintaan Franc Swiss
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GBP: Konsumsi Yang Lemah Diimbangi Oleh Pengeluaran Pemerintah Yang Kuat











































