BNI Batalkan Right Issue

BNI Batalkan Right Issue

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2004 13:03 WIB
Jakarta - PT Bank BNI Tbk membatalkan rencana penawaran umum terbatas (right issue) karena kondisi pasar dinilai sedang tidak kondusif. Sebelumnya, BNI berencana melakukan right issue senilai Rp 1 triliun.Demikian diungkapkan Dirut BNI Sigit Pramono usai mengikuti rapat Tim Kebijakan Privatisasi di gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2004). Namun rapat yang semula akan dijadwalkan untuk membahas divestasi BNI ini batal karena tidak mencapai kuorum.Menurut Sigit, dengan batalnya right issue maka kebutuhan modal selanjutnya akan dibiayai melalui penerbitan obligasi subordinasi (sub debt) senilai US$ 200-300 juta yang diharapkan bisa terlaksana pada kuartal ketiga 2004.Ia juga menjelaskan, BNI membatalkan rencana untuk ikut tender divestasi Bank Permata. "Karena setelah dilakukan kajian dan penghitungan, jika kita melakukan akuisisi Bank Permata, CAR akan terganggu. Apalagi ada ketentuan BI yang menyatakan bank hanya boleh melakukan penyertaan modal di anak perusahaan maksimal 10 persen. Kita sudah punya BNI Securities, jadi tidak akan akuisisi lagi. Jadi akuisisi Bank Permata batal," tandasnya.Mengenai rencana divestasi BNI, Sigit berharap paling lambat bisa terlaksana pada November mendatang dan langsung bisa masuk bursa.Sementara itu, hingga penutupan perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (21/6/2004), saham BNI (BBNI) stagnan di level Rp 1.050 per saham. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads