Data ekonomi yang membuat prospek ekonomi terlihat buram itu langsung menekan saham-saham yang berhubungan dengan sektor perekonomian AS. Seperti saham Bank of America yang merosot hingga 4% menjadi US$ 10,83, atau terendah sejak Mei 2009.
"Kekhawatiran disana adalah berhubungan dengan melemahnya pasar tenaga kerja, giro wajib minimum, kualitas aset --terutama dengan double-dip sektor perumahan dan melandainya kurva imbal hasil. Semua hal itu bekerja melawan sektor finansial dan mengatur nada pelemahan di pasar secara keseluruhan," ujar Bucky Hellwig, senior vice president BB&T Wealth Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham sektor energi juga termasuk yang mengalami pukulan paling besar, dengan indeks sektor jasa minyak PHLX merosot 3,2%. Saham Chevron merosot 1,3% menjadi US$ 9,68 sekaligus menjadi faktor penurun Dow Jones terbesar.
Hal itu berkaitan dengan turunnya harga minyak mentah dunia karena meningkatnya ekspektasi OPEC akan mendongkrak target produksinya pada pekan ini karena khawatir tingginya harga akan mengurangi permintaan.
"Ada kekhawatiran musim pendorong telah mencapai puncak sebagai hasil dari perlambatan ekonomi dan itu menempatkan tekanan pada produk-produk kilang dan juga produk minyak mentah," ujar Hellwig.
Namun volume perdagangan masih sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,8 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun ini yang sebesar 7,61 miliar lembar saham.
(qom/qom)










































