Pada perdagangan awal pekan, Senin (6/6/2011), IHSG ditutup melemah tipis 9,819 poin (0,26%) ke level 3.834,201. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 2,798 poin (0,41%) ke level 681,706.
Pergerakan IHSG yang labil dalam kisaran sempit diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Selasa (7/6/2011) ini. Investor masih terus berhati-hati melihat kondisi bursa-bursa utama dunia yang kini juga sedang bergerak pada kisaran sempit cenderung melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (6/6/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 61,15 poin (0,50%) ke level 12.090,11. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 13,99 poin (1,08%) ke level 1.286,17 dan Nasdaq merosot 30,22 poin (1,11%) ke level 2.702,56.
Namun Bursa Jepang mengawali perdagangan Selasa ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 0,19 poin ke level 9.380,54. Namun indeks Nikkei selanjutnya berbalik melemah dan dalam 10 menit tercatat turun 17,37 poin (0,19%) ke level 9.362,98.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Perdagangan IHSG pada Senin (6/6) ditutup turun 9.8 point (-0.26%) ke level 3,834 dengan jumlah transaksi sebanyak 10 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp3,4 triliun. Mayoritas sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penurunan kecuali mining, MISC-industry, consumer dan manufacture.
Tercatat sebanyak 87 sektor saham mengalami penguatan, 126 sektor saham mengalami penurunan, 101 sektor saham tidak mengalami perubahan dan 132 sektor saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. BUMI, GGRM, ASII, BYAN dan INTP sementara yang menjadi penarik bursa a.l. BBRI, PGAS, BMRI, BBNI dan TLKM. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 90.294 miliar dengan sektor yang paling banyak di jual adalah TLKM, PGAS, BMRI, LPKR, dan BBRI.
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin pelemahan IHSG masih tertahan oleh garis support trend linenya di level 3820, namun perlu diwaspadai koreksi lanjutan melihat pergerakan indikator stochastic yang telah membentuk deathcross sementara RSI telah bergerak downtrend. Pada perdagangan hari ini (7/6), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3,799-3,856. sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INDY, ITMG, dan BUMI .
Panin Sekuritas:
IHSG kemarin bergerak melemah -0,25% didorong oleh kondisi bursa regional yang masih belum kondusif dan dipengaruhi oleh aksi tunggu dari rencana bailout Yunani, serta data makro ekonomi AS yang masih belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Selain itu, pasar juga masih menanti keputusan pemerintah terkait dengan harga BBM sehubungan dengan harga minyak mentah internasional yang masih menjadi ancaman bagi anggaran negara. Sementara untuk hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Disisi lain kami juga melihat peluang untuk trading (buy on weakness) pada saham sektor perbankan, properti, dan juga pertambangan. Kisaran support-resistance 3.804-3.850. Saham pilihan : ITMG, ADRO, CPIN, BMRI.
Kresna Sekuritas:
Minimnya katalis membuat IHSG kembali berkonsolidasi di area negative. Meskipun tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi market, peluang beli masih terbuka pada saham yang berada di area support. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,800-3,860 dengan BUMI dan TINS sebagai saham pilihan.
Indosurya:
Pada perdagangan Selasa (7/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.808-3.821 dan resistance 3.845-3.865. Candle IHSG masih terlihat mengalami pola konsolidasi dan cenderung sideways . Lebih banyaknya sentimen negatif dibandingkan sentimen positif mempengaruhi laju IHSG. Kemarin IHSG membentuk candle negatif dimana sebelumnya terbentuk candle hanging man . Hal ini memperlihatkan masih adanya tekanan daya jual. MACD bergerak datar dan kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan penguatannya menuju area overbought Belum banyaknya sentimen positif membuat pergerakan IHSG cenderung labil. Investor tetap mewaspadai adanya sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif dan bisa mencermati saham-saham lapis ke dua.
(qom/qom)











































