Mengawali perdagangan, saham-saham sebenarnya sudah bergerak positif setelah S&P 500 menggapai titik terendahnya dalam dua bulan pada sesi sebelumnya. Namun saham-saham berbalik negatif saat Bernanke mulai bicara.
Dalam pidatonya, Bernanke menggarisbawahi masalah pelemahan ekonomi namun tidak menawarkan kemungkinan Bank Sentral AS akan mempertimbangkan stimulus moneter lanjutan guna menyokong perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tidak seperti pasar mengharapkan komentar positif dari Bernanke, namun tidak senegatif ini juga. Tapi saya kira dampaknya akan terbatas," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/6/2011).
Pada perdagangan Selasa (7/6/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 19,15 poin (0,16%) ke level 12.070,81. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,23 poin (0,10%) ke level 1.284,94 dan Nasdaq melemah 1 poin (0,04%) ke level 2.701,56.
Namun saham-saham sektor defensif seperti perawatan kesehatan dan utilitas meraih gain merespons komentar Bernanke tersebut. Sebaliknya, saham sektor finansial dan teknologi yang relatif dekat dengan pertumbuhan ekonomi berbalik negatif.
Volume perdagangan juga masih sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,67 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun ini yang sebesar 7,61 miliar lembar saham,
"Masalah untuk institusi pada hari yang seperti hari ini adalah volumenya yang tipis. Setiap usaha untuk posisi jual bisa memberikan dampak yang tidak semestinya pada pemberian harga karena pembeli akan berada pada sisi yang tipis," ujar Peter Kenny, managing director Knight Equity Markets.
(qom/qom)











































