Demikian disampaikan Presiden Direktur SIMP, Paulus Moleonoto usai listing saham perseroan di gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/6/2011).
Ia menambahkan, pada prospektus sebelumnya alokasi dana IPO untuk pelunasan utang hanya 40%, atau sekitar Rp 1,39 triliun. Namun hasil akhir, jumlah ini diperbesar menjadi 51% atau Rp 1,77 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang perseroan datang dari beberapa perbankan. Namun ia enggan menyebut identitas debiturnya tersebut. Yang jelas, seluruh utang yang setara dengan US$ 200 juta ini akan dibayarkan tepat waktu, sesuai jatuh tempo.
"Ya kita akan bayar sesuai tanggal jatuh tempo," paparnya.
SIMP juga telah menganggarkan belanja modal Rp 2,2 triliun. Perseroan tengah menyelesaikan pembangunan dua pabrik gula di Sumatera Selatan. Kapasitas per pabrik mencapai 40 juta ton.
"Investasi per pabrik sekitar Rp 100 miliar, dan pengerjaan selama 18 bulan. Kita sudah mulai, dengan civil work," tuturnya.
Hari ini SIMP mencatatkan saham sebanyak 15,816 miliar saham, dengan jumlah yang ditawarkan kepada publik sebanyak 3,163 miliar lembar.
SIMP menetapkan nilai nominal Rp 200 per lembar, dengan harga penawaran Rp 1.100 per lembar. Dana yang dihimpun atas IPO grup Salim ini mencapai Rp 3,479 triliun, dengan kapitalisasi pasar Rp 17,397 triliun.
(wep/ang)











































