BSD Cari Konsultan Garap Tol Ulujami-Serpong-Balaraja

BSD Cari Konsultan Garap Tol Ulujami-Serpong-Balaraja

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2011 14:15 WIB
BSD Cari Konsultan Garap Tol Ulujami-Serpong-Balaraja
Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) undang konsultan terkait rencana perseroan terlibat dalam pembangunan jalan tol Ulujami-Serpong-Balaraja. BSDE juga siap bekerja sama dengan operator Jalan tol BUMN, PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Presiden Direktur BSDE Harry Budi Hartanto, ketertarikan perseroan akan investasi ini karena areal jalan tol melewati lahan BSD City. Rencana ini masih tahap pengkajian internal perseroan, hingga nilai investasi jalan tol belum dapat diketahui.

"Kita harus bicara dengab BPJT, skimnya bagaimana. Investasi berapa masih dapat kajian, karena kita belum pernah sebelumnya," ucap Harry di Hotel Crown, Jakarta, Jumat (10/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kajian tersebut, perseroan bekerja sama dengan konsultan lokal guna menilai kelayakan proyek serta nilai pengembalian investasi tersebut.

"Bantuan konsultan. Kita minat infrastruktur, karena ada di wilayah kita," paparnya. Menurut Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, perseroan siap bekerja sama dengan operator jalan tol, PT Jasa Marga (Persero).

"Ini proyek Pemda. Dan tentu bekerja sama dengan operator jalan tol," ucap Hermawan.

Hingga Mei 2011, perseroan mencatat marketing sale Rp 700 miliar untuk unit hunian di BSD City. Sedangkan penjualan dari anak usaha, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) yang tercatat sebagai reccuring income sekitar Rp 1,1 triliun.

Target penjualan konsidasi BSDE hingga akhir tahun diharapkan mencapai Rp 2,5 triliun, meningkat dari posisi sebelumnya Rp 2 triliun.

Hermawan pun yakin perseroan akan menghasilkan pendapatan Rp 2,7 triliun, dengan pencapaian laba bersih Rp 700 miliar.

Ia menambahkan, BSD City memiliki utang obligasi Rp 600 miliar yang jatuh tempo tahun 2011. Utang jatuh tempo juga dihadapi DUTI, sebesar Rp 500 miliar.

Keseluruhan utang, akan segera dilunasi perseroan sesuai tanggal jatuh tempo. Sumber pendanaan masih dimaksimalkan dari kas internal yang kini mencapai Rp 3,7 triliun.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads