Borneo Kirimkan Klausul MoU Pasokan Batubara ke Krakatau Steel

Borneo Kirimkan Klausul MoU Pasokan Batubara ke Krakatau Steel

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2011 09:37 WIB
Borneo Kirimkan Klausul MoU Pasokan Batubara ke Krakatau Steel
Jakarta - PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) telah mengirimkan klausul kerja sama (MoU) kepada PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk memasok batu bara kalori tinggi (hard coking coal). Manajemen BORN berharap kerja sama ini bisa terelasasi untuk mengoptimalkan pabrik baja baru KRAS yang rencananya rampung di awal 2014.

Demikian disampaikan Direktur Investor Relation & Corporate Finance BORN, Scott Merrillees di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Jumat (10/6/2011). "Borneo sangat mengharapkan kerja sama dengan KS. Dan bata bara Borneo cocok untuk kebutuhan KS, Sebagai salah satu BUMN penting di Indonesia," jelasnya.

Menurut Direktur Marketing BORN, Ken Allan, perseroan telah mengirimkan klausul kerja sama kepada pihak KRAS. Namun hingga kini belum ada tanggapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum adanya respon dari BUMN baja ini, mungkin karena belum terdesaknya kebutuhan hard coking coal mereka. "Mereka mungkin perlu untuk diskusi. Tapi kamu sudah MoU dengan Posco, jika Join Venture ini terlaksana (KS-Posco) kita pasok batu baranya. JV fase I memproduksi baja 3 juta ton per tahun, dan dimulai 2013 atau awal 2014. Di fase II 6 juta ton," ucap Ken.

KRAS sendiri juga tengah mengoptimalkan pabrik tanur tinggi mereka, dengan penambahan volume produksi 1,2 juta ton. "Ini perlu hard coking coal. Dan di Indonesia hanya kami yang produksi," tuturnya.

Sepanjang tahun ini, Borneo menganggarkan belanja moal US$ 200 juta untuk optimalisasi produksi hard coking coal. Hingga akhir Mei, realisasi capex telah mencapai US$ 150 juta.

"Sisanya kami akan dapatkan dari EBITDA marjin yang terus meningkat. Kas kami ada untuk memaksimalkan produksi," tegas Direktur Keuangan Borneo Eva Novita Tarigan.

Namun demikian, seperti diberitakan dalam rumor saham detikFinance, pihak Krakatau Steel dikabarkan justru sudah menyepakati untuk memilih Borneo sebagai pemasok batubaranya. Kerjasama ini tinggal ditandatangan dalam bentuk MoU.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads