Demikian disampaikan Direktur Investor Relation & Corporate Finance BORN, Scott Merrillees di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Jumat (10/6/2011). "Borneo sangat mengharapkan kerja sama dengan KS. Dan bata bara Borneo cocok untuk kebutuhan KS, Sebagai salah satu BUMN penting di Indonesia," jelasnya.
Menurut Direktur Marketing BORN, Ken Allan, perseroan telah mengirimkan klausul kerja sama kepada pihak KRAS. Namun hingga kini belum ada tanggapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRAS sendiri juga tengah mengoptimalkan pabrik tanur tinggi mereka, dengan penambahan volume produksi 1,2 juta ton. "Ini perlu hard coking coal. Dan di Indonesia hanya kami yang produksi," tuturnya.
Sepanjang tahun ini, Borneo menganggarkan belanja moal US$ 200 juta untuk optimalisasi produksi hard coking coal. Hingga akhir Mei, realisasi capex telah mencapai US$ 150 juta.
"Sisanya kami akan dapatkan dari EBITDA marjin yang terus meningkat. Kas kami ada untuk memaksimalkan produksi," tegas Direktur Keuangan Borneo Eva Novita Tarigan.
Namun demikian, seperti diberitakan dalam rumor saham detikFinance, pihak Krakatau Steel dikabarkan justru sudah menyepakati untuk memilih Borneo sebagai pemasok batubaranya. Kerjasama ini tinggal ditandatangan dalam bentuk MoU.
(wep/ang)











































