Sejak mengawali perdagangan pekan lalu, IHSG sudah langsung terkoreksi. Data-data ekonomi AS yang negatif dan membuat investor khawatir akan pemulihan ekonomi langsung membuat bursa-bursa global rontok, diikuti oleh bursa Indonesia.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Senin (6/6/2011), IHSG melemah tipis 9,819 poin (0,26%) ke level 3.834,201.
- Selasa (7/6/2011), IHSG naik tipis 8,752 poin (0,22%) ke level 3.842,953.
- Rabu (8/6/2011), IHSG terkoreksi 17,132 poin (0,45%) ke level 3.825,821.
- Kamis (9/6/2011), IHSG melorot 19,634 poin (0,51%) ke level 3.806,187.
- Jumat (10/6/2011), IHSG melemah 18,539 poin (49%) ke level 3.787,648.
Pelemahan bursa saham tampaknya masih akan berlanjut hingga perdagangan Senin (13/6/2011) awal pekan ini. Merosotnya bursa-bursa utama dunia masih akan menjadi sentimen negatif yang menggerus langkah IHSG.
Bursa Wall Street pada Jumat (10/6/2011) akhir pekan lalu kembali merosot tajam, bahkan Dow Jones meninggalkan level psikologis 12.000. Pada akhir pekan lalu, indeks Dow Jones jatuh 172,45 poin (1,42%) ke level 11.951,91. Indeks Standard & Poor's 500 tergelincir 18,02 poin (1,40%) ke level 1.270,98. Indeks Komposit Nasdaq ambruk 41,14 poin (1,53%) ke level 2.643,73.
Pelemahan itu langsung diikuti oleh Bursa Jepang. Mengawali perdagangan Senin, indeks Nikkei-225 dibuka langsung terperosok 91,12 poin (0,96%) ke level 9.423,32.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kresna Sekuritas:
Dengan ditutup di bawah level 3,789, tekanan jual diperkirakan masih dapat berlanjut. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,760-3,812 dengan SMCB dan PGAS sebagai saham pilihan.
eTrading Securities:
Perdagangan IHSG Jumat (10/6) ditutup turun 18 point (-0.49%) ke level 3,787 dengan jumlah transaksi sebanyak 8,9 juta lot dan nilai transaksi sebanyak Rp3 triliun. Hampir seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penurunan kecuali sektor infrastructure dan finance. Tercatat sebanyak 56 saham mengalami penguatan, 155 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 140 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp251,7 miliar, dengan sektor yang paling banyak di jual adalah ASII, BMRI, TLKM, BUMI dan BBNI.
Secara teknikal, IHSG kembali bergerak terkoreksi setelah break dari garis support uptrendnya sementara MA 5 dan MA 20 telah membentuk death cross. Pada perdagangan hari ini (13/6), IHSG diperkirakan masih akan bergerak pada kecenderungan melemah dengan pergerakan pada range 3,757-3,810. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain SMGR, SMCB, dan BWPT.
Indosurya:
Pada perdagangan Senin (13/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.753-3.770 dan resistance 3.813-3.838. Candle IHSG yang kembalimelemah,kemarin kembali membentuk candle spinning tops di posisi bawah. Seharusnya pola spinning tops yang terbentuk sebelumnya mampu reversal namun, tidak didukung secara fundamental. Candle bergerak mendekati lower bollinger bands. Diharapkan posisi candle yang mendekatioversold ini bisa membalikkan posisi. MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's%R, dan Stochastic bergerak menuju ke area oversold . Angin segar dari penguatan bursa saham Eropa dan AS ternyata belum mampu mengantarkan IHSG ke area hijau. Apalagi data di akhir pekan tidak signifikan pertumbuhannya.IHSG kembali dalam tren pelemahannya. Untuk kondisi seperti ini, investor bisa cermati saham-saham second liner yang masih memiliki potensi untuk naik.
(qom/qom)











































