Sierad Produce Incar Penjualan Rp 4,5 Triliun

Sierad Produce Incar Penjualan Rp 4,5 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 13 Jun 2011 14:04 WIB
Sierad Produce Incar Penjualan Rp 4,5 Triliun
Jakarta -

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) membidik penjualan sebesar Rp 4,5 triliun hingga akhir tahun 2011. Target dikejar dengan proyek senilai Rp 815 miliar.

Berdasarkan keterangan tertulis perseroan, Senin (13/6/2011), faktor yang mendukung naiknya penjualan perseroan itu antara lain rata-rata kenaikan volume penjualan per divisi perseroan sebesar 20% tahun ini.

Target penjualan sebesar Rp 4,5 triliun ini lebih tinggi dari perolehan pendapatan di 2010 lalu sebesar Rp 3,6 triliun. Sementara untuk laba bersih lebih tinggi 31,14% dibandingkan tahun lalu Rp 61 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan juga akan menggarap beberapa proyek tahun ini, yang total nilainya diperkriakan sebanyak Rp 815 miliar.

Proyek tersebut diantaranya, meningkatkan kapasitas produksi di Lebak Farm dan Hatchery menjadi 600.000 DOC per minggu. Proyek ini membutuhkan dana sekitar Rp 400 miliar dan diperkirakan rmapung akhir 2011.

Selain itu, ada proyek Nganjuk Farm berkapasitas 300.000 DOC per minggu. Proyek yang akan mulai dikerjakan triwulan III-2011 itu membutuhkan dana Rp 200 miliar.

Proyek Commercial Farm berkapasitas produksi 1.000.000 DOC per minggu yang akan dimulai triwulan III-2011. Proyek bernilai Rp 100 miliar ini ditargetkan selesai awal 2012.

Perseroan juga bakal menggarap proyek RPA Mojokerto senilai Rp 65 miliar. Rumah potong dengan kapasitas produksi 2.000 ekor per jam ini sudah bisa beroperasi di triwulan II tahun ini.

Emiten berkode SIPD itu juga membuka beberapa outlet baru yang sudah dimulai sejak awal tahun ini sampai penghujung tahun nanti. BIaya proyek ini diperkirakan sebesar Rp 50 miliar.

Pada perdaganan hari ini, sampai pukul 12.55 waktu JATS, harga saham SIPD turun tipis 2 poin (3,22%) ke level 60 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 265 kali dengan volume 44.193 lot senilai Rp 1,334 miliar.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads