Danai Proyek, Antam 'Pinggirkan' Opsi Obligasi

Danai Proyek, Antam 'Pinggirkan' Opsi Obligasi

- detikFinance
Selasa, 14 Jun 2011 16:38 WIB
Danai Proyek, Antam Pinggirkan Opsi Obligasi
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) belum putuskan pendanaan eksternal guna membiayai lima proyek besar perseroan senilai US$ 3,95 miliar. Selama realisasi produksi feronikel dan harga penjualan masih berada di level tinggi, perseroan akan optimalkan pendanaan internal.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan Antam, Djaja Tambunan di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (14/6/2011).

"Kita lihat, kalau harga feronikel masih berada di level tinggi seperti saat ini, opsi pendanaan eksternal, obligasi tidak dilakukan," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Antam siap merealisasikan lima proyek besar dalam dua tahun mendatang. Nilai keseluruhan mencapai US$ 3,95 miliar.

Menurut Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis, tahun ini perseroan fokus dalam penyelesaian tiga proyek. Diataranya, Chemical Grade Alumina Tayan senilai US$ 450 juta, pembangunan Feronikel Halmahera dengan total investasi US$ 1,6 miliar, serta optimasi dan efisiensi pabrik II Pomala US$ 450-500 juta.

Sementara dua proyek sisanya akan mulai tergarap mulai 2012, diantaranya Smleter Grade Alumina (SGA) Mempawah sebesar US$ 1 miliar. Proyek ini akan memproduksi 1,2 juta ton per tahun. Satu lagi adalah proyek nickel pig irone (NPI) Mandiodo. Perseroan siap menginvestasikan dana US$ 400 juta.

Tahun ini saja, Antam menganggarkan capital expenditure (capex) Rp 3,9 triliun. Dimana hingga Mei 2011 dana yang telah dibelanjakan mencapai Rp 1,45 triliun.

"Sampai Mei, setengahnya sudah terpakai untuk proyek CGA, dan pembebasan lahan," paparnya.

Sementara itu, pembangunan proyek PT Meratus Jaya Iron Steel sampai saat ini terus berjalan dan masih dalam tahap uji coba. Meratus Jaya merupakan anak usaha bersama Antam dengan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Antam memiliki 34% dari total kepemilikan saham, sisanya milik KRAS.

Meratus akan memproduksi material sponge irone, dan digunakan sebagai bahan baku KRAS. Total investasi mencapai Rp 1,5 triliun, dimana Rp 600 miliar telah didanai dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Progressnya masih uji coba, seperti yang disampaikan KS kepada kami. Meratus akan memiliki kapasitas 300 ribu ton per tahun sponge irone," imbuh Alwin.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads