Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Frans Sunito, pelarangan kendaraan berat menjadi peluang bagi kendaraan pribadi atau minibus bergolongan I 'menikmati' jalan tol lebih besar.
"Kalau melihat tren hingga Mei, kemungkinan traffic hingga akhir tahun mencapai 1,93 miliar kendaraan," kata Frans di Jakarta, Selasa (14/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dasar peningkatan jumlah traffic tentu berimbas positif kepada pendapatan perseroan. Jasa Marga membidik pendapatan Rp 4,8 triliun, naik dari periode sebelumnya Rp 4,37 triliun.
Efek peningkatan kenaikan tiket tol di akhir semester II-2011 semakin menambah pundi-pundi pendapatan Jasa Marga. "Kemungkinan kenaikan akan terjadi di kuartal IV-2011," tegasnya.
Tahun 2011 perseroan akan menyelesaikan pembangunan dua ruas tol. Pertama, Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 km yang merupakan seksi I tol Semarang-Solo (72,64 km). Juga ruas Waru-Sepanjang 2,3 km atau seksi I pembangunan tol Surabaya-Mojokarto (36,3 km). Ruas Waru-Sepanjang telah menyelesaikan 56% pembangunan konstruksi, dengan pembebasan tanah sudah mencapai 98%.
Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan larangan truk melewati jalan tol Cawang-Semanggi-Pluit. Aturan larangan tersebut akan menjadi permanen dan ditetapkan lewat Keputusan Menteri Perhubungan.
(wep/dnl)











































