Penguatan saham-saham secara signifikan terjadi setelah Wall Street mengalami tekanan selama 6 pekan berturut-turut. Data penjualan ritel yang dirilis memang masih lemah, namun ternyata tidak seburuk yang dikhawatirkan.
Hal itu membuat investor berani untuk masuk ke pasar lagi, disamping karena harga saham-saham yang sudah berada pada posisi oversold untuk tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (14/6/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tajam 123,14 poin (1,03%) ke level 12.076,11. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 16,04 poin (1,26%) ke level 1.287,87 dan Nasdaq menguat 39,03 poin (1,48%) ke level 2.678,72.
Angka penjualan ritel AS menurun untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir untuk data Mei, namun angkanya masih lebih baik dari proyeksi. Data CPI dari China juga membantu mengurangi kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dunia.
Namun perdagangan tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,45 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,58 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































