Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan Viva Media Grup, Charlie Kasim usai public expose penawaran saham perdana perseroan di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (15/6/2011).
"Ini hanya 40% untuk pembayaran ke Credit Suisse. Dari perkiraan yang kami dapat, jumlah utang yang akan dibayar US$ 20-30 juta. Momentum ini adalah saat yang tepat untuk kami tumbuh. Utang kepada Credit Suisse juga adalah pre IPO mereka," kata Charlie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rencana penggunaan dana disebutkan, 40% dari total nilai IPO akan digunakan sebagai pembayaran utang kepada Credit Suisse. Dengan kisaran total nilai IPO diatas, maka perseroan akan melunasi sebagian utang bukan keseluruhannya.
Seperti diketahui perseroan akan menawarkan 2,28 miliar saham kepada publik atau 14,21% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh melalui penawaran umum saham perdana.
Grup media bakrie ini juga menerbitkan 571,5 juta waran seri I. Waran ini diberikan kepada empat saham yang tercatat dalam penjatahan. Penerbitan waran ini akan dilakukan awal tahun depan, tepatnya 10 Januari 2012 sampai 8 Januari 2013. Harga waran sebesar Rp 280-Rp 300 per waran.
Menurut Direktur Investment Banking PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra di Jakarta, dalam menetapkan harga IPO perseroan melakukan perhitungan yang lebih komprehensif. Tidak semata price earning.
"Kami mempublikasikan diskon to cash flow. perseroan mengalami pertumbuhan sangat pesat. Market cap SCTV saat ini Rp 9,2 triliun. Untuk perseroan dengan tiga TV ada dikisaran Rp 4-4,5 triliun. Terdapat diskon, dari harga wajarnya Rp 5-6 triliun dalam 12 bulan ke depan. Per lembar sahamnya bisa berpotensi upsize Rp 320-380 per lembar," tegasnya.
(wep/dru)











































