Menurut Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno, belum menentukan skema pelunasan utang tersebut. Bisa saja terjadi kombinasi diantaranya.
Ia menjelaskan, utang Rp 4,7 triliun merupakan bagian dari pinjaman sindikasi Credit Suisse untuk transaksi jual beli saham BUMI milik BNBR kepada Vallar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Eddy tidak menjelaskan rinci koordinator kreditur tersebut. Yang jelas, pelunasan utang diharapkan tuntas pada triwulan III-2011.
"Mudah-mudahan kuartal III sudah final. Kita nego terus, kita ada koordinator. Opsinya debt buyback atau debt to asset settlement," tutur Eddy usai penyelenggaraan RUPS Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta, Rabu (15/6/2011).
Opsi debt to asset settlement berupa penjualan aset milik BNBR di anak usaha mereka.
"Nanti debt to asset settlement dalam bentuk saham. Aset yang dijual dari Pipa (PT Bakrie Pipe Industries). Kita bicara dengan (investor) India, Amerika latin juga Amerika Serikat," tegasnya.
(wep/dnl)











































