Menurut Ketua Bapepam-LK, Nurhaida, pihaknya telah menjadwalkan harmonisasi peraturan pada tiap-tiap negara. Ini penting agar jika terjadi dispute, seluruh stakeholder tidak dirugikan.
"Bukan kita tidak menyiapkan. Kita akan ke sana nantinya (ASEAN Connect). Kita akan mulai menjadwalkan, terkait peraturan, dan broker. Misal broker melakukan transaksi di bursa negara lain, harus dijelaskan. Jika dispute, bisa diselesaikan," jelasnya di hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (16/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama BEI, Ito Warsito menambahkan, sinergi antar pasar modal Asia Tenggara telah dilakukan dalam bentuk ASEAN Star. Di sini terdapat 30 saham-saham berkapitalisasi besar di tiap negara dan kemudian satukan dalam satu situs.
Situs ini menjadi media pemasaran kepada investor institusi di luar Asia Tenggara. Langkah yang telah dilakukan April 2011 ini dipercaya akan efektif.
"Ini lebih memperkenalkan emiten yang tercatat di bursa ASEAN sebagai aset class dan akan dilihat di luar ASEAN. Nilai aset Indonesia sama dengan Malaysia, US$ 400 miliar, Singapura US$ 700 miliar," ucap Ito.
BEI juga bersama regulator pasar modal lain melakukan roadshow kepada investor institusi di luar Asia Tenggara. Kampanye yang dilakukan bersama sebagai komitmen masing-masing dalam mengintegrasikan pasar bursa di ASEAN.
"Indonesia secara teknis akan join di ASEAN connect di 2013. Perlu ada pengembangan teknologi, namun itu mudah. Yang perlu adalah prasyarat harmonisasi peraturan. Karena sangat sulit transaksi lintas batas. Juga transaksi timbal balik profesi pasar modal, juga mekanisme penyelesaian pasar modal," paparnya.
(wep/dnl)











































