Demikian disampaikan Direksi Chandra Asri dalam pengumuman terbuka, seperti dikutip detikFinance, Jumat (17/6/2011).
"Perseroan telah memutuskan untuk menunda rencana PUT I dan akan terus mempertimbangkan kesempatan yang tepat untuk masuk ke pasar modal," jelas direksi perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra sebelumnya pernah menyampaikan rencana rights issue dengan menerbitkan 20% saham baru dari total modal disetor dan ditempatkan.
Pelaksaan rights issue bertujuan memperbesar porsi saham publik menjadi minimal 25%. Perseroan pun awalnya berniat membidik investor stratagis melalui penawaran terbatas, dengan menunjuk pembeli siaga PT DBS Vickers Securities Indonesia, Deutsche Bank AG, UBS AG, serta PT Morgan Stanley Asia Indonesia.
Sampai dengan triwulan I-2011, posisi dana TPIA mencapai US$ 126 juta. Dengan posisi keuangan demikian, dan mempertimbangkan arus kas dari kegiatan operasional, perseroan yakin mampu membiayai sendiri komitmen TPIA atas belanja modal. Termasuk pembangunan pabrik ekstraksi baru untuk butadiene dan butene-1.
(wep/dnl)











































