Dari lima perusahaan sekuritas yang beroperasi di Manado, salah satu yang broker dengan transaksi paling tinggi adalah PT Sinarmas Sekuritas. Sekuritas yang muncul di kota bubur tinutuan ini sejak 2004 lalu, awalnya sangat kesulitan dalam menggaet nasabah.
"Awalnya sangat susah cari nasabah, butuh waktu satu tahun sosialisasi supaya bisa dimengerti masyarakat. Malah awalnya ketika kita bilang dari sekuritas, mereka (masyarakat) menyangkan kita ini perusahaan penyedia jasa sekuriti," kata Manager Cabang Sinarmas Sekuritas Manado Daniel Kurniadi di kantornya, Jalan Pierre Tandean, Manado, Jumat (17/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekarang setelah tujuh tahun lebih, nasabah sudah pintar-pintar karena informasi sudah banyak beredar. Bahkan mereka bisa memilih sekuritas sesuai keinginan mereka," ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui jumlah investor pasar modal di Manado masih sangat minim. Dari jumlah penduduknya yang sekitar 410.000 jiwa, yang sudah berinvestasi di bursa tak sampai 1%, atau hanya sebanyak 633 investor.
Namun Daniel menyatakan, potensi perkembangan pasar modal di Manado cukup besar, dengan rata-rata pertumbuhan nilai transaksi sekitar 20-25% per tahun. Hanya saja, potensi tersebut sulit dikembangkan karena 'wadahnya' atau perusahaan sekuritas yang bisa menampungnya sangat terbatas.
Hingga kini, baru ada lima perusahaan sekuritas yang beroperasi di Manado, yaitu Sinarmas Sekuritas, Mega Capital, Indo Premier Securities, Danawibawa Sekuritas dan BNI Securities.
"Jumlah investornya masih sedikit karena wadahnya kecil. Tapi memang potensinya untuk tumbuh sangat besar," ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam rangka mendorong pertumbuhan kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) di Manado, ia mewajibkan setiap investor baru yang membuka rekening di Sinarmas Sekuritas langsung mengisi formulir pembuatan kartu AKSes.
(ang/wep)











































