Menurut Investor Relations MNCN, Robert Satria dalam rilisnya di Jakarta, seperti dikutip detikFinance, Sabtu (18/6/2011), S&P juga melakukan upgrade peringkat utang korporasi jangka panjang perseroran menjadi BB-.
Ia menambahkan, utang perseroan sebesar US$142,7 juta merefleksikan 80% dari total kewajiban MNCN. Sepanjang triwulan I-2011, MNCN melakukan perbaikan pendapatan sebesar 23%, dibandingkan periode sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
S&P pun yakin akan prospek belanja iklan di Indonesia. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi negera, serta masih rendahnya penyerapan belanja iklan dibandingkan PDB Indonesia.
(wep/wep)











































