Menurut Presiden Direktur MPPA, Benjamin Mailool, pada tiga bulan pertama 2011, penjualan perseroan mengalami pertumbuhan. Khususnya pada bisnis ritel makanan. Ekonomi Indonesia yang membaik, memicu peningkatan tingkat belanja masyarakat, yang diiringi oleh naiknya kebutuhan konsumsi.
Total laba bersih MPPA sepanjang triwulan I-2011 tercatat Rp 22,49 miliar. Angka ini menurun dari periode tahun lalu, Rp 44,77 miliar. Namun pada triwulan I-2011, perseroan sudah tidak mengkonsolidasikan kinerja Matahari Department Store (MDS) akibat penjualan saham kepada CVC Capital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Divisi Matahari Food Business, lanjut Benjamin, mencatat peningkatan penjualan 17,1% menjadi Rp 1,952 triliun. Bisnis Timezone juga membaik 7,5% menjadi Rp 71 miliar dan bisnis-bisnis lain menjadi Rp 42 miliar.
"MPPA optimis atas periode triwulan kedua yang solid dan sampai dengan penghujung tahun. Total penjualan untuk tahun 2011 sesuai target. Meningkat 25% dari 2010, mencapai Rp 10 triliun di akhir tahun," kata Benjamin dalam rilis yang diterima detikFinance, Sabtu (18/6/2011).
Sepanjang triwulan I-2011, MPPA memiliki 53 gerai Hypermart. Pembukaan terakhir berlokasi di Lippo Karawaci Utara seluas 6.000 m2.
Hypermart mencatat pendapatan Rp 8,9 triliun atau US$ 1,2 miliar. Ini mengkontribusikan 30% dari total pendapatan MPPA. Hypermart juga berencana menambah minimal 13 gerai baru tahun ini atau 80 gerai dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, perseroan juga memiliki 26 supermarket, 55 outlet apotik, lebih dari 100 pusat hiburan keluarga dan 19 toko buku internasional serta aliansi strategis pengoperasian 93 pusat belanja di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia.
(wep/wep)











































