Asing Borong Metland Rp 282 Miliar, Saham Tetap Anjlok

Asing Borong Metland Rp 282 Miliar, Saham Tetap Anjlok

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 20 Jun 2011 12:43 WIB
Asing Borong Metland Rp 282 Miliar, Saham Tetap Anjlok
Jakarta - Investor asing serap saham perdana PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) sebesar Rp 282,1 miliar atau 62% dari total saham yang ditawarkan. Meski asing dominan dalam pembelian, saham MTLA tidak mampu berkinerja maksimal dan turun sesaat listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Investor asing yang menyerap 62%," jelas Presiden Director Metland, Nanda Widya, di gedung BEI, Jakarta, Senin (20/6/2011).

Perseron melepas saham kepada publik sebanyak 1,894 miliar lembar. Harga penawarannya harga Rp 240 per lembar. Dengan alokasi 62% untuk investor asing maka saham yang terserap mencapai 1,174 miliar lembar, dengan dana mencapai Rp 282,1 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada listing perdananya, saham Metland di awal perdagangan sempat mengalami kenaikan Rp 10, Rp ke level Rp 250 dari harga perdana Rp 240 per lembar. Namun setelah lima menit berjalan sajam MTLA langsung runtuh. Saham perseroan sempat stagnan pada posisi harga penawaran saham perdana, Rp 240 per lembar.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, saham Metland kembali jeblok dan berada di kisaran Rp 190 per lembar saham, turun Rp 50 dan sempat menyentuh harga terendah Rp 185 per lembar.

Menurut Managing Director PT Danareksa Sekuritas, David Agus, selaku penjamin emisi MTLA, turunnya harga saham Metland karena investor ritel melakukan aksi jual. Ini ditambah sintimen IHSG yang dalam beberapa hari terakhir selalu terkoreksi.

"Polling, jika melihat transaksi Rp 8 miliar. Kemudian Buy juga belim ada yang masuk. Asing ga mungkin lepas karena orang-orang itu-itu saja, dan nilainya ga mungkin segitu. Pasti lebih besar," tuturnya.

Biayai Dua Proyek, Metland Akan Utang Rp 400 Miliar

Metland juga terus melakukan ekspansi usaha properti, utamanya yang berlokasi Bekasi dan Jakarta Barat. Untuk itu perseroan tengah menjajaki pinjaman Rp 400 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

"Kami akan mengajukan proposal pinjaman ke Bank Mandiri untuk pendanaan dua proyek di Metland Grand dan Metland Puri," ujar Nanda.

Kedua proyek mulai dikerjakan pada triwulan IV-2011. Proyek pengembangan Grand Mall di Bekasi dibutuhkan dana Rp 400 miliar. Dimana Rp 200 miliar akan diperoleh dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) dan sisanya dari pinjaman BMRI tersebut.

Khusus proyek Metland Puri, berupa pembangunan jalan untuk akses tol Puri Kembangan Jakarta Barat. Investasi diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

"Dari pinjaman Bank Mandiri yang baru dijajaki kami harapkan dapat memperoleh sebesar Rp 150 miliar. Itu untuk pembuatan akses tol langsung dari proyek Puri Metland," paparnya.

"Bank Mandiri adalah debitur utama proyek-proyek, kami optimis rencana pinjaman ini akan dapat teralisasi sehingga dua proyek tersebut berjalan sesuai rencana," imbuhnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads